Selasa, 04 Maret 2014

var popunder = true;



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI ENZIM PTIALIN
1.       TUJUAN PENELITIAN : Mengetahui kerja enzim Ptialin pada air liur

2.       LATAR BELAKANG :
Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim ptialin yang hanya bekerja untuk enzim amilase. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99,5% air, glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas atau hidrolisis awal pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Amilase yang terdapat dalam saliva adalah α-amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosodat α. Amilase liur akan segera terinaktivasi pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan.

3.       RUMUSAN MASALAH : - Apa pengaruh saliva terhadap makanan yang mengandung lemak?
- Apa pengaruh saliva terhadap makanan yang mengandung protein?
- Apa pengaruh saliva terhadap makanan yang mengandung karbohidrat?

4.       DASAR TEORI :
Amilase adalah sebuah enzim yang berfungsi untuk memecahkan ikatan glikosidik yang dimiliki oleh poliskarida, ikatan glikosidik yaitu ikatan khas yang terdapat pada karbohidrat (monosakarida, disakarida , dan polisakarida), dengan perombakan oleh amilase suatu bentuk polisakarida dapat dirubah menjadi bentuk intermedietnya yaitu disakarida.

Amilase dapat dihasilkan di beberapa kelenjar eksokrin didalam tubuh, diantaranya air liur, pankeras, dll. Prinsip kerja praktikum kerja enzim amilum ini adalah komparasi kerja enzim yang diberi perlakuan termal yaitu dengan pemanasan dengan enzim yang tanpa pemanasan, dan dalam pengamatannya perlakuan iod sebagai indikator pengaruh suhu terhadap kerja enzim setiap interval 5 menit sekali.
Ada dua teori yang menjelaskan mengenai cara kerja enzim yaitu:

1. Teori kunci dan gembok
Teori ini diusulkan oleh Enul Fischer pada tahun 1894. Menurut teori ini, enzim bekerja sangat spesifik. Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat.

2. Teori ketepatan induksi
Teori ini diusulkan oleh Daniel Koshland pada 1958. Menurut teori ini, enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktuk yang fleksibel. Bentuk sisi aktif enzim, sisi aktif enzim berubah bentuk untuk menyerupai substrat
Cara kerja enzim adalah dengan membentuk senyawa enzim-substrat, kemudian menghasilkan suatu produk tanpa merubah senyawa enzim itu sendiri, setelah produk terbentuk maka enzim akan melepaskan diri untuk membentuk senyawa baru dengan substrat yang lain.

Dalam percobaan ini pula digunakan larutan benedic yang digunakan untuk menentukan bahan atau larutan mengandung amilum dan kadar glukosa juga untuk menandai enzim bekerja optimal atau tidak ditandai dengan perubahan warna nantinya.
                        
5.       HIPOTESA :
Enzim ptyalin hanya bekerja pada makanan yang mengandung karbohidrat untuk merubah zat tepung menjadi gula.

6.       ALAT DAN BAHAN :
ALAT      :               - 2 Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet tetes
- Kaki 3
- Saringan kaki 3
- Plak te                tes
- Pembakar spiritus
- Gelas beker 500 ml
- Pipet
- Kertas buram
- Tusuk gigi
-   Reagen :          Biuret (untuk menguji adanya protein)
Benedic (untuk menguji adanya glukosa)
BAHAN :               - Larutan kanji
-   Minyak goreng
-   Putih telur

7.       CARA KERJA :
-         Untuk Minyak goreng :
1.       Tandai plak tetes dengan nama minyak goreng dan minyak goreng + saliva
2.       Tuang minyak goreng di kedua tempat yang sudah ditandai tersebut
3.       Berikan air ludah pada salah satu minyak goreng yang sudah ditandai kemudian aduk dengan tusuk gigi.
4.       Biarkan 5 menit
5.       Oles masing-masing minyak goreng tersebut ke kertas buram
6.       Amati apa yang terjadi

-         Untuk putih telur :
1.       Tandai plak tetes dengan nama putih telur dan putih telur + saliva
2.       Tuang putih telur di kedua tempat yang sudah ditandai tersebut
3.       Berikan air ludah pada salah satu putih telur yang sudah ditandai kemudian aduk dengan tusuk gigi.
4.       Biarkan 5 menit
5.       Tetesi dengan biuret kedua putih telur tersebut
6.       Amati apa yang terjadi
-         Untuk larutan kanji :
1.       Isi gelas beker 500 ml dengan air sebanyak 150 ml.
2.       Pasang kaki tiga, pembakar spiritus, saringan kaki tiga dan taruh gelas beker yang sudah diisi air di atas saringan kaki tiga.
3.       Tandai 2 tabung reaksi dengan huruf A dan B.
4.       Isi kedua tabung reaksi tersebut dengan larutan kanji
5.       Pada tabung reaksi B berikan air ludah secukupnya kemudian kocok.
6.       Diamkan 5 menit
7.       Tambahkan benedict
8.       Masukkan 2 tabung reaksi tersebut ke dalam gelas beker yang sudah dipanasi tadi.
9.       Amati apa yang terjadi

8.       DATA HASIL PENELITIAN
-         Minyak goreng




-         Putih telur




-         Larutan kanji




 9. ANALISA DATA

NO
JENIS UJIAN
BAHAN UJIAN
HASIL PENGAMATAN
TANPA SALIVA
DENGAN SALIVA
BERPENGARUH / TIDAK
1
UJI PTIALIN
1
LARUTAN KANJI
BERWARNA BIRU
BERWARNA HIJAU
BERPENGARUH

2
MINYAK GORENG
TERLIHAT BASAH PADA KERTAS BURAM
TERLIHAT BASAH PADA KERTAS BURAM
TIDAK
3
PUTIH TELUR
BEWARNA UNGU
BEWARNA UNGU
TIDAK

Dari data hasil pengamatan percobaan di atas didapat hasil sebagai berikut :
1.       Larutan kanji yang diberi saliva bewarna hijau pada akhir reaksi, sedangkan larutan kanji yang tidak diberi saliva bewarna masih biru
2.       Minyak goreng yang diberi saliva maupun tidak diberi saliva keduanya tidak memiliki perbedaan yaitu terlihat basah pada kertas buram
3.       Putih telur yang diberi saliva maupun tidak diberi saliva keduanya tidak memiliki perbedaan yaitu bewarna ungu setelah ditetesi biuret

Tapi terdapat kesalahan dalam percobaan yang telah dilakukan, yaitu mengenai factor ketidaksabaran. Karena larutan kanji yang diberi saliva seharusnya berwarna oranye atau merah.
Sebenarnya hasil akhir memang berwarna merah tapi karena memfotonya terlalu cepat, yaitu ditengah-tengah reaksi sehingga hasil pengamatan berwarna hijau.

10.   KESIMPULAN

Enzim ptyalin atau amylase hanya bekerja pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Dengan cara kerja mengubah zat tepung menjadi glukosa. Sehingga hipotesa diterima.

0 komentar: